Detail Prestasi

Lomba Menulis Cagar Budaya Tingkat CABDIN

Sabtu, 11 September 2021 10:00 WIB | Peringkat Terbaik | Tingkat Provinsi
  172 |   -

 

Sejarah adalah guru kehidupan, "Berguru ke Masa Lampau" menjadikan kita Arif dan bijaksana menapak Masa depan yang gemilang. Warisan Cagar Budaya Dharmasraya menjadi kekayaan negeri yang tak ternilai harganya. Putri Imalia dalam Karyanya yang berjudul Menjemput Kenangan Candi Pulau Sawah meraih peringkat penulis terbaik Tingkat Cabdin V. Terimakasih kepada guru pembimbing Setya dan Nurul, Kepala Sekolah dan seluruh Keluarga besar SMAN 1 Timpeh. 

MENJEMPUT KENANGAN CANDI PULAU SAWAH

Karya Putri Imalia

      Pukul tujuh lewat lima menit, saya meraih tas yang sudah terisi berbagai perbekalan untuk kebutuhan perjalanan hari ini. Jaket berbulu tebal, helm, dan masker sudah tertata rapi diatas meja beserta sepiring pisang goreng hangat buatan ibu. Sebenarnya ibu sudah ngotot menyuruh saya sarapan, akan tetapi saya lagi tidak berselera. Akhirnya saya makanlah tiga potong goreng pisang yang masih mengepul itu. Rasanya waktu terus saja berputar dan saya memutuskan untuk segera pergi. Selesai memakai sepatu kesayangan, saya berpamitan kepada ibu dan tidak lupa mencium telapak tanggannya yang halus sembari mengucapkan salam. Senang rasanya bisa menghirup udara pagi yang segar, menikmati cerahnya alam yang sedikit berembun. Hari ini merupakan hari pertama saya keluar rumah Pasca liburan semester. Ya walaupan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian dikarenakan virus tengah meneror bangsa ini. Indonesia lagi pandemi covid-19, segala aktivitas dibatasi.Memakai masker dan mencuci tangan menjadi kebiasaan rutin saya akhir-akhir ini.

      Pandemic covid-19 ini memang melumpuhkan segala aktivitas masyarakat akan tetapi tidak boleh melumpuhkan kreatifitas dan semangat kita tentunya. Kita hanya perlu waspada, ikuti prokes, dan harus tetap sehat dengan terus menjaga imun yang kuat. Hal inilah yang tidak menyurutkan niat saya untuk tetap pergi. Menjemput kembali masa lalu yang tak akan pernah usai. Saya akan mengunjungi situs sejarah yang masih tertata rapi di bumi Dharmasraya ini. Salah satunya Candi Pulau Sawah. Dengan menggunakan sepeda motor Vario, saya mulai melaju secara perlahan melintasi area perkebunan sawit yang notabene daerah tempat saya tinggal hampir menyeluruh dikelilingi tumbuhan kelapa berduri itu (sawit).  Perjalanan saya menuju lokasi harus melewati beberapa jembatan kayu, salah satu jembatan yang saya lalui sungguh sangat memprihatinkan. Jembatan yang menghubungkan antara nagari timpeh dan trimulya itu sangatlah rusak berat. Kayu-kayu jembatan banyak yang hancur, berlobang, bahkan kayu penompangnya pun nyaris terlepas. Kendaraan roda empat banyak yang tersangkut ditengah jembatan. Situasi ini sungguh membuat saya khawatir ketika melintasi jembatan tersebut. Akan tetapi beruntunglah saya bisa melewati dengan selamat.

lanjut membaca klik disini

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini